Piagam Magna Carta, Simbol Perjuangan Hak Asasi Manusia

Sejauh sejarah manusia, senantiasa terdapat 2 sisi pemimpin, ialah baik serta kurang baik. Banyak daerah yang dipandu oleh raja murah hati serta bijak, namun tidak sedikit pula yang mengetuai dengan cara- cara yang kejam.

Hingga abad ke- 13, biasanya cuma terdapat raja yang berkuasa secara absolut, di manapun tempatnya. Apalagi raja- raja yang memahami kebenaran, semacam Hammurabi serta Asoka sekalipun memegang peranan yang absolut. Raja senantiasa raja, tiap perkataannya merupakan hukum untuk segala rakyat di negerinya.

Sama halnya semacam hukum- hukum di Eropa, sampai abad Pertengahan, terbuat oleh raja bagi kebijaksanaannya sendiri, kecuali hukum yang dimaklumatkan di dalam Gereja.

Raja bisa memungut pajak besar apabila dia menyangka perihal itu memanglah butuh dicoba, apalagi berhak menghukum siapa saja yang berani menentangnya piagam hak asasi manusia .

Salah seseorang penguasa yang diketahui sangat kejam dalam mengetuai negerinya merupakan Raja John dari Inggris( 1167- 1216) yang mengambil alih bapaknya, Richard The Lion Heart, pada 1199.

Raja John kerap kali menghasilkan kebijakan yang kejam untuk rakyatnya. Dia sangat tidak dipercaya oleh siapapun di negerinya, mulai dari Paus, para bangsawan, sampai rakyat Inggris, sebab ketidakcakapannya mengurus pemerintahan, serta beban pajak yang terlampau besar.

Dia pula kandas dalam upaya mempertahankan daerah jajahan Inggris di Prancis. Puncaknya, para bangsawan serta owner tanah melaksanakan ultimatum terhadap Raja John supaya menyetujui tuntutan- tuntutan mereka menimpa sistem pembayaran pajak, serta kebijakan pemerintahan yang lain yang dirasa menyengsarakan segala rakyat Inggris.

Dengan mengerahkan kekuasaan serta pengaruh mereka, para bangsawan itu kesimpulannya menemukan atensi Raja John buat sungguh- sungguh menjawab tuntutan mereka.

Walaupun enggan, Raja John kesimpulannya bersedia menemui mereka di suatu lapangan di dekat Windsor, bernama Runnymede, pada 15 Juni 1215.

Raja John diberi suatu dokumen berisi tuntutan- tuntutan formal rakyat Inggris, yang mereka sebut dengan Piagam Agung, ataupun nama yang lain“ Magna Carta”.

Raja John dimohon buat menandatangani dokumen tersebut, serta menyetujuinya. Secara universal Magna Carta itu terdiri atas 63 bagian, muat hak- hak yang wajib diberikan buat“ memerdekakan manusia”.

“ Aku tidak hendak membagikan kemerdekaan yang bisa membuat aku jadi budak!” dengan tegas Raja John berkata perihal itu. Namun di dasar ancaman segala bangsawan dia juga kesimpulannya menandatangani piagam itu.

Magna Carta masih diakui selaku landasan sistem hukum Inggris, serta banyak tempat yang lain di dunia, tercantum Amerika Utara. Piagam ini membagikan banyak hak yang melindungi orang.

Baca Juga : Metode Memantapkan Internet di HP, Main Permainan Tanpa Nge- lag!

Salah satu isinya, ialah kalau hukuman yang dijatuhkan wajib sebanding dengan aksi kejahatan yang dicoba, serta kalau penetapan pajak wajib dilandaskan pada pemasukan adil serta sepadan.

Perihal yang sangat berarti dari keberadaan piagam ini merupakan membenarkan kalau raja tidak bisa lebih besar dari hukum, melainkan wajib bertanggung jawab terhadap hukum, serta adat yang berlaku di negerinya, sama semacam rakyat pada biasanya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *